Upaya Peningkatan Keamanan pada Kartu Kredit dengan Teknologi Chip


Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna kartu kredit dalam bertransaksi di tempat belanja, telah diimplementasikan teknologi Chip pada semua kartu kredit. Implementasi teknologi Chip akan mengubah metode bertransaksi bagi pengguna kartu kredit yang semula di-swipe atau digesek menjadi di-dip atau dimasukkan ke alat penerima transaksi kartu kredit atau lebih dikenal dengan Electronic Data Capture (EDC).

Kewajiban ini sebenarnya telah dicanangkan mulai akhir tahun 2005 dengan dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.7/52/PBI/2005 dan Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) No.7/60/DASP tanggal 30 Desember 2005 perihal Prinsip Perlindungan Nasabah dan Kehati-hatian, serta Peningkatan Keamanan Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu. Sejak saat itu seluruh pelaku industri kartu kredit sudah harus mempersiapkan penggantian seluruh kartu kredit yang semula menggunakan magnetic stripe diganti dengan berbasis chip. Tidak hanya itu, seluruh perangkat pendukung pemrosesan transaksi kartu kredit seperti mesin pembaca yang dipasang di merchant juga harus diganti sehingga agar dapat memproses kartu kredit yang telah menggunakan chip.

Penggunaan chip pada kartu kredit memungkinkan nasabah melakukan transaksi dengan lebih aman dan nyaman tanpa perasaaan khawatir akan digandakan datanya. Seperti kita ketahui, di masa lalu kartu kredit rawan akan kejahatan pemalsuan/penggandaan data, yang dikenal dengan istilah skimming dimana data yang tersimpan pada magnetic stripe digandakan melalui suatu alat yang disebut skimmer yang umumnya dipasang di EDC. Data yang sudah berhasil disimpan dalam skimmer kemudian dicetak ke dalam kartu yang lain (dipalsukan) untuk digunakan sebagaimana kartu aslinya. Hal ini menimbulkan kerugian yang cukup besar tidak hanya di sisi nasabah pemegang kartu kredit tapi juga industri kartu kredit secara keseluruhan. Jika kita tidak segera memberantas tindakan pemalsuan ini sudah barang tentu akan berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada industri kartu kredit, bahkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Apa itu teknologi chip pada kartu kredit? Kartu kredit yang menggunakan chip adalah kartu yang dilengkapi dengan “integrated circuit” dengan menggunakan standar yang telah berlaku secara internasional di berbagai belahan dunia. Chip ini telah dilengkapi dengan microprocessor yang dapat menyimpan data dalam jumlah besar, memproses berbagai aplikasi dan mampu melakukan enkripsi dan otentifikasi data. Kelebihan inilah yang membuat chip unggul dibandingkan teknologi sebelumnya. “Penggunaan magnetic stripe sebelumnya bukan berarti tidak aman, keamanan yang telah didapat dari magnetic stripe lebih diperkuat dengan penggunaan teknologi chip”, ditegaskan oleh Bambang Karsono Adi, Board of Executive Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (BOE AKKI), dalam acara talk show di salah satu stasiun TV swasta.

Dalam proses implementasi chip ini, Bank Indonesia memberikan waktu yang cukup longgar kepada industri mengingat implementasi chip membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun sejak 1 Januari 2010, seluruh kartu kredit yang diterbitkan oleh penerbit di Indonesia sudah menggunakan chip.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran, Aribowo dalam acara yang dihadiri bersama BoE AKKI, Bambang Karsono Adi, ”Bagi para pemegang kartu yang kartu kreditnya belum memakai teknologi chip diharapkan segera meminta penggantian kartu kepada bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut”.”Tidak ada pengenaan biaya bagi nasabah yang mengganti kartu kreditnya dengan teknologi chip, biaya sepenuhnya ditanggung bank penerbit masing-masing,” Bambang menambahkan.

Dengan digunakannya teknologi chip pada kartu kredit bukan berarti magnetic stripe yang ada pada kartu kredit selama ini menjadi tidak digunakan lagi. Pada kartu kredit yang sudah dilengkapi chip masih terdapat magnetic stripe mengingat kartu kredit ini merupakan instrumen pembayaran yang sifatnya universal, artinya, dapat digunakan di seluruh negara yang terdapat jaringan prinsipal kartu kredit seperti Visa International, MasterCard, dan Amex. Hal ini sangat relevan mengingat belum seluruh negara mengimplementasikan penggunaan chip pada kartu kredit, sehingga pemrosesan transaksi kartu kredit menggunakan magnetic stripe tetap dilakukan di negara yang belum menggunakan teknologi chip tersebut.

Khusus untuk transaksi kartu kredit di Indonesia, sejak diberlakukannya implementasi teknologi chip pada kartu kredit maka untuk kartu kredit yang diterbitkan oleh penerbit domestik hanya dapat diproses jika kartu kredit tersebut telah menggunakan chip. Sedangkan untuk kartu kredit asing (yang diterbitkan oleh penerbit luar negeri) masih dapat diproses meskipun kartu kredit tersebut masih menggunakan magnetic stripe, namun sepanjang kartu kredit tersebut telah menggunakan chip maka akan diproses berdasarkan teknologi chip.

berikut ini adalah aplikasi baru dari kartu ATM yang akan diterbitkan oleh prebankan nasional dalam upaya untuk meminimalisir kejahatan yang sedang marak akhir-akhir ini yang dilakukan via ATM. hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para nasabah dalam berteransaksi menggunakan ATM.

KARAKTERISTIK KARTU YANG DITERBITKAN PERBANKAN

: : Karakteristik Kartu Kredit

: : Tampak Depan

: : Tampak Belakang


DETAIL FITUR KARTU KREDIT DENGAN CHIP

Tampak Depan :

1. Chip pada kartu kredit yang selalu diletakkan di bagian depan sisi kartu, chip ini telah ditambahkan berbagai aplikasi yang dapat mengenkripsi data sehingga data dapat tersimpan lebih aman.
2. Nomor kartu yang terdiri atas 16 digit.
3. Nama pemegang kartu.
4. Nama penerbit kartu kredit.
5. Masa berlaku kartu kredit.
6. Logo Jaringan Kartu kredit.

Tampak Belakang :

1. Magnetic stripe yang masih dapat digunakan jika kartu kredit tersebut digunakan untuk bertransaksi di luar negeri.
2. Signature panel adalah tempat pembubuhan tanda tangan pemilik kartu pada kartu kredit yang dimiliki.
3. Nomor verifikasi yang terdiri atas tiga digit.
4. Alamat Bank penerbit kartu kredit.
5. Nama / Logo penerbit kartu kredit.

MEKANISME PENGGUNAAN KARTU KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN CHIP

Mekanisme Penggunaan Kartu Kredit dengan menggunakan chip tidak banyak mengalami perubahan dengan mekanisme sebelumnya. Ketika bertransaksi, hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kartu kredit chip adalah:
1. Kartu kredit yang Anda serahkan ke kasir akan diproses dengan cara memasukkan kartu ke dalam mesin EDC yang telah dilengkapi chip atau dikenal dengan istilah di-dip. Pada saat di-dip, kartu mengalami proses enkripsi terlebih dahulu sebelum akhirnya secara online di-link-an dan di verifikasi dengan penerbit kartu kredit yang dipakai.
2. Setelah proses verifikasi selesai, mesin EDC yang telah dilengkapi chip akan mengeluarkan bukti transaksi yang akan ditandatangani oleh pemegang kartu yang melakukan transaksi.
3. Transaksi selesai.
Mekanisme yang sama mudahnya dengan teknologi sebelumnya yang dikenal dengan magnetic stripe. Yang perlu diingat adalah, transaksi tidak lagi digesek tapi di-dip, jika dalam bertransaksi kartu kredit Anda masih menggunakan mekanisme yang lama yaitu digesek, itu berarti kartu kredit dan mesin EDC belum menggunakan Chip. Segera minta penggantian kartu Anda kepada penerbit kartu yang tertera pada kartu kredit Anda. (***)

Sumber: http://www.bi.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s